Assalamu Alaikum Wr. Wb. Mudah-Mudahan Allah menerima seluruh amal ibadah kita pada bulan Ramadhan ini

Minggu, 28 Juli 2013

Antara "Kebenaran dan Pembenaran"

Antara "kebenaran dan pembenaran"

31 Juli 2009 
Semua anak Adam selalu menginginkan terjadinya hal-hal yang benar, selalu ingin perilaku dan tindak tanduknya dinilai benar, selalu berharap orang lain memberikan kepadanya hal-hal yang benar... Tapi ternyata hal-hal yang dianggap benar, atau dinilai benar tidak semuanya berdasarkan pada Kebenaran. Terkadang hal-hal yang terlihat atau tampak benar sebenarnya hanyalah berdasarkan pembenaran semata. Tidak semua kesalahan sulit dibungkus dengan retorika pembenaran. Tidak semua hawa nafsu telanjang tanpa pakaian pembenaran. Tidak semua kepalsuan terlihat apa adanya.

Ada jarak yang jauh antara kebenaran dengan (yang sekedar) pembenaran. Karena: Kebenaran bersumber dari Allah, sedangkan pembenaran bersumber dari hati yang sakit.
Allah berfirman tentang kebenaran: “...kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu Termasuk orang-orang yang ragu...” (QS. Al-Baqarah 147)
Sementara tentang pembenaran Allah berfirman: “...dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi’ mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang mengadakan perbaikan...” (QS. Al-Baqarah 10-11)


Kebenaran menenteramkan hati, sementara pembenaran hanyalah membuat hati guncang dan ragu.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits diriwayatkan dari Wabishoh bin Ma’bad:
“Engkau bertanya kepadaku tentang kebaikan dan dosa.” Wabishoh menjawab, “Iya wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah mengumpulkan tiga jarinya dan menusukkannya ke dada Wabishoh, dan bersabda, ” Wahai Wabishoh, tanyalah hatimu. Kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan jiwamu tenteram. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di hatimu dan mengguncang dadamu, meskipun orang-orang sudah memberimu jawaban. (HR Ahmad)

Kebenaran bertahan lama, sementara pembenaran cepat atau lambat akan tersingkap kepalsuannya.
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. “Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan...” (QS. Ar-Ra’du 17)

Kebenaran melahirkan kebaikan, sedangkan pembenaran melahirkan kerusakan.
Tentang akibat masyarakat yang menegakkan kebenaran Allah berfirman, “Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya...” (QS. Al-A’raf: 96)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar